Dakwah Tauhid Yang Santun

Posted: August 1, 2013 in Adab

Adalah suatu kewajiban bagi juru dakwah dan jama’ah dakwah untuk membina masyarakat dengan mementingkan pembentukan pondasi yang kokoh. Pondasi tersebut adalah aqidah. Hal ini telah menjadi kesepakatan umum dan tidak dipermasalahkan lagi.

Allah berfirman, “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat: 56).

“Yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji kalian siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya.” (QS. al-Mulk: 2).

“Sungguh, Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul yang menyeru; Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. an-Nahl: 36).

“Tidaklah Kami utus sebelum kamu (hai Muhammad) seorang rasul pun melainkan Kami wahyukan kepada mereka, bahwasanya tidak ada sesembahan (yang benar) kecuali Aku, maka sembahlah Aku saja” (QS. al-Anbiya’: 25)

Hanya sayangnya terdapat satu jama’ah yang gemar membanding-bandingkan keunggulan jama’ahnya sendiri dibanding jama’ah yang lain sehingga melakukan kritik yang keterlaluan, sampai-sampai menghalalkan ghibah kepada jama’ah lain yang dikritiknya.

Dikatakan bahwa dakwah mana yang lebih penting?

Seperti yang disampaikan di atas, semua sepakat dakwah tauhid, dakwah menyeru kepada Islam, mengimani rukun iman, adalah utama dan pertama.

Namun itu bukan satu-satunya, tidak boleh menjadi satu-satunya. Hal inilah yang kemudian berbeda di masing-masing jama’ah, tergantung bagaimana kondisi mereka dan cara pandangnya terhadap sebuah proses berdakwah.

Masing-masing jama’ah selama tidak meninggalkan aqidah Islam, mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, serta menerapkannya dalam kehidupan, adalah jama’ah yang benar.

Perbedaan mungkin terjadi pada metode dan porsi dakwahnya. Sebuah jama’ah tidak bisa dan tidak boleh memaksakan jama’ah lain untuk menerapkan metode berdakwah seperti jama’ahnya sendiri. Bahkan dilarang mencela metode jama’ah lain selama hal tersebut tidak dilarang oleh syar’i.

Dikatakan bahwa dakwah itu disyari’atkan untuk mengubah kemungkaran, tentunya menuju kebaikan, atau sekurang-kurangnya menjadikan kemungkaran tersebut berkurang.
Namun bila dakwah justru menjadikan kemungkaran itu bertambah-tambah, dan hal ini diketahui dengan jelas akibatnya, apakah hal ini yang diharapkan oleh para juru dakwah?

Sungguh benar ucapan Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu,

“Betapa banyak orang yang menghendaki kebaikan namun tidak berhasil mendapatkannya”

Betapa banyak orang yang mengira dirinya pejuang Islam, mujahid dakwah, da’i kebenaran, namun ternyata mereka salah jalan dan justru menjadi musuh Islam dan kaum Muslimin. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Katakanlah; Maukah kuberitakan kepada kalian mengenai orang-orang yang paling merugi amalnya; yaitu orang-orang yang sia-sia usahanya di dalam kehidupan dunia akan tetapi mereka mengira bahwa mereka telah melakukan kebaikan yang sebaik-baiknya.” (QS. al-Kahfi: 103-104)

Alangkah baiknya jika masing-masing jama’ah menahan diri untuk tidak saling membangga-banggakan dirinya, tidak mengumbar kritiknya kepada jama’ah Islam lainnya, apalagi secara terbuka sebagaimana jama’ah tersebut menahan dirinya dari mengkritik penguasa.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. al-Imran: 103)

“Perumpamaan seorang mukmin dalam kasih sayang, saling mencintainya dan kedekatannya seperti tubuh yang satu. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit, maka seluruh anggotanya ikut merasakan demam dan tidak nyaman.” (HR. Muslim)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s