Kehidupan

Posted: August 1, 2013 in Puisi

Hidup…sebuah rotasi,roda yang berputar, seperti siang dan malam, pasang dan surut. Hidup…untuk itu kita diciptakan agar bijaksana. Melihat sesuatu dari empat sudut pandang. Merasakan sesuatu seolah kita pemain peran. Melakukan sesuatu dengan analisa pertimbangan sebab akibat.

 

Bahwa kita adalah abdi Tuhan. Tidak diciptakan kita selain sujud padaNya. Mensyukuri butir demi butir air masuk ketenggorokan kita. Mensyukuri nafas terhembus dan terhisap pada hidung dan paru paru kita.Mensyukuri jejak demi jejak yang menjadi bingkai hidup kita. Mensyukuri gelak tawa dan tangisan setiap waktu yang kita lewati, detik,menit dan jam. Mensyukuri lahirnya anak anak kita yang kemudian tumbuh besar. Mensyukuri bahwa cacat dan normal adalah keseimbangan. Mensyukuri bahwa kaya dan miskin adalah baut dari ulir rotasi dimana kita berpijak.

 

Hidup…berfikir bahwa alam adalah media hidup itu sendiri dan berusaha menjaganya. Hidup…bahwa disana ada khilaf,alpa dan lupa seimbang dengan ingat, integritas dan disiplin. Memaafkan, untuk sebuah khilaf maka kita belajar menjadi dewasa atas diri kita sendiri. Mensyukuri tentang banyak hal maka kita belajar memahami keinginan Tuhan. Bahwa Dia selalu ingin Makhluknya baik. Bahwa Dia selalu ingin makhluknya selamat. Tidak menangis tentang sebuah kematian maka kita belajar menghadapi mati itu sendiri. Tidak tertawa dalam kesenangan maka kita belajar untuk siap dalam tangisan. Mematri keinginan agar tidak tergesa berarti kita belajar untuk lebih tepat menganalisa. Juga menjaga agar tidak terlampau lambat berarti kita belajar menjaga dari lalai terhadap waktu.

 

Hidup…adalah menjaga integritas mahluk yang fana tiada abadi. Menjaga keberadaan bahwa kita hanyalah hamba. Menjaga cinta Tuhan pada kita dengan sujud. Bahwa kita tiada diciptakan dengan sumpah bahwa kita harus menghamba dengan menyembahNya. Maka disanalah bijaksana, kekayaan hakiki, kemurnian moral dan budi pekerti, kepekaan terhadap saudara. Dan jujur bahwa kita bukan siapa siapa dan tidak punya apa apa. Bahwa sekarang adalah titipan yang akan diambil kemudian tanpa aba aba. Bahwa Hidup adalah persekian detik.

 

Hidup adalah sebuah puisi. Suka, duka, tangis dan tawa adalah bahgian dari abjad-abjad yang mesti kita rangkai agar menjadi indah dan bermakna. Agar makna menjadi bernyawa setelah semuanya kita pahami dan resapi dalam relung terdalam dikalbu yang murni maka, itulah arti dewasa sebagai hamba, bahwa kita terlahir terlanjang dan memalukan dan tiada punya apa-apa bahkan sehelai benang pun! Karena semua yang ada sekarang hanya titipan Tuhan yang akan diambil kemudian, termasuk nafas kita sekarang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s