Tentang Aku Dan Kamu

Posted: August 1, 2013 in Puisi

Mungkin nanti ketika rambutmu sudah memutih dan tubuhmu tak lagi kuat seperti sekarang, kamu akan mengingatku. Bayang masa lalu yang kau sebut kenangan.

Mungkin nanti ketika benci yang berkarat dihatimu mulai luruh, ketika hatimu mulai terbuka lagi, ketika tentang aku terbaca disitu, dihatimu, kamu akan mengingatku. Bayang masa lalu yang kau benci seumur hidupmu.

Mungkin nanti ketika pada akhirnya kamu akan mengingatku, seorang lelaki biasa yang selalu ada disampingmu. Mencintaimu dengan sepenuh hatinya, aku masih ada. Menantimu ditempat yang sama.

Jika sekiranya kau bukan lagi bagian dari taman khayalan itu ibarat bunga yang telah dipetik, diperas hingga layu kemudian dicampakkan…Aku toh masih tetap akan menerimamu. Aku memang tidak akan memanjakanmu seperti dahulu. Namun aku tetap akan setia mendampingimu. Sebab engkau telah ditakdirkan menjadi jiwa dari api sulbiku.

Jika sekiranya engkau bukan lagi bagian dari langit malam itu, ibarat bintang yang tidak mampu lagi berkelip karena diterpa segala asa…Aku tidak akan terlalu peduli sebab aku akan menjelma sebagai mentari yang senantiasa menyinarimu lewat perataraan sang rembulan. Sebab engkau telah ditakdirkan menjadi bagian dari hati dan nadiku.

Hanya saja satu pintaku…bisikkan saja sendiri kisahmu kedalam telingaku. Jangan biarkan aku mendengarkan segala asamu dalam gurauan setan-setan itu.

Jujurlah padaku. Sebab kau bukan hanya sekadar menjadi bidadariku, namun kau jugalah yang akan menjadi ibu kepada anakku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s