Jawaban Syaikh Ibn Utsaimin Tentang Penisbatan Kepada Salafiyah

Posted: August 4, 2013 in Fatwa Ulamá

Syaikh Ibn `Utsaimin rahimahu’llah pernah ditanya, “Fadhilata’sy Syaikh, semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan. Kami ingin mengetahui apa itu Salafiyyah sebagai manhaj, dan bolehkah kita menisbatkan diri kepadanya? Bolehkah kita mengingkari orang-orang yang tidak menisbatkan diri kepada Salafiyyah tersebut?

Jawaban beliau:

Salafiyyah adalah mengikuti manhaj Nabi shalla’llahu`alaihi wa sallam dan para Sahabat beliau, karena merekalah Salaf kita, yang telah mendahului kita. Mengikuti (meneladani) mereka itulah Salafiyyah. Adapun menjadikan Salafiyyah sebagai suatu manhaj spesifik yang seseorang itu bersikap sangat ekslusif dengannya serta menyesatkan orang lain yang menyelisihinya dari kalangan kaum muslimin meskipun mereka di atas kebenaran, maka tidak diragukan lagi bahwa hal ini (justru) menyelisihi Salafiyyah.

Seluruh generasi Salaf menyeru kepada Islam dan ber-ilti’am seputar Sunnah Nabi shalla’llahu`alaihi wa sallam dan mereka tidak menyesatkan orang yang menyelisihi mereka disebabkan ta’wil. Kecuali dalam permasalahan aqidah, maka mereka memandang bahwa orang yang menyelisihi mereka dalam hal tersebut adalah orang yang sesat.

Namun, sebagian orang yang bermanhajkan Salafiyyah pada zaman kita sekarang ini menyesatkan setiap orang yang menyelisihinya meskipun (ternyata) kebenaran ada pada orang tersebut. Sebagian orang tersebut menjadikan Salafiyyah sebagai suatu manhaj hizbi (sektarian), seperti halnya manhaj kelompok-kelompok lain yang berafiliasi kepada Islam. Inilah hal yang diingkari dan tidak mungkin disetujui.

Hendaklah dikatakan (kepada mereka): lihatlah madzhab Salaf yang shalih, apa yang mereka lakukan dalam tata cara mereka serta kelapangan dada mereka dalam menyikapi perbedaan pendapat pada masalah-masalah yang dibolehkan ijtihad di dalamnya. Bahkan, sampai-sampai mereka berselisih pendapat dalam masalah-masalah yang besar, masalah-masalah aqidah, masalah-masalah ilmiah. Engkau dapati, misalnya, sebagian mereka menafikan bahwa Nabi shalla’llāhu`alaihi wa sallam pernah melihat Rabbnya (pada peristiwa isra’ mi`raj), sedangkan sebagian lain menetapkan hal tersebut. Engkau juga dapati sebagian mereka mengatakan bahwa yang ditimbang pada hari kiamat adalah amal, sedangkan sebagian lain mengatakan bahwa yang ditimbang adalah lembaran-lembaran amal. Engkau lihat pula bahwa mereka berbeda pendapat dalam masalah-masalah fiqh, baik dalam hal nikah, waris, iddah, jual beli, dan lain sebagainya. Meskipun demikian mereka tidak saling menyesatkan satu sama lain.

Dengan demikian, Salafiyyah dengan makna kelompok (hizb) khusus yang memiliki ciri-ciri spesifik, di mana anggota-anggotanya menyesatkan orang-orang selain mereka, maka mereka itu sama sekali bukanlah termasuk Salafiyyah.

Adapun Salafiyyah sebagai peneladanan (ittiba`) terhadap manhaj Salaf dalam hal aqidah, perkataan, perbuatan, perbedaan pendapat, kesepakatan, serta saling mencintai dan menyayangi, maka inilah Salafiyyah yang benar. Sebagaimana sabda Nabi shalla’llahu`alaihi wa sallam,

مثل المؤمنين في توادهم و تراحمهم و تعاطفهم كمثل الجسد الواحد، إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالحمى و السهر

Perumpamaan kaum mukminin dalam hal mencintai, menyayangi dan mengasihi seperti halnya satu jasad, jika salah satu anggota tubuh mengeluhkan sakit, maka seluruh jasad terserang demam dan tidak dapat tidur.” [Riwayat al-Bukhari, Muslim dan Ahmad.]

[Liqa’at al-Bab al-Maftuh, Syaikh Muhammad Ibn Shalih al-`Utsaimin, i`dad Dr. `Abdu’llah Ibn Muhammad ath-Thayyar, Dar al-Bashirah, Iskandaria, vol. III, hal. 246-247.]

سئل الشيخ محمد بن صالح العثيمين: جزاكم الله خيرا نريد أن نعرف ما هي السلفية كمنهج، وهل لنا أن ننتسب إليها؟ وهل لنا أن ننكر على من لا ينتسب إليها؟

فأجاب الشيخ:

السلفية هي اتباع منهج النبي صلى الله عليه وسلم و أصحابه، لأنهم سلفنا تقدموا علينا، فأتباعهم هو السلفية، و أما اتخاذ السلفية كمنهج خاص ينفرد به الإنسان و يضلل من خالفه من المسلمين و لو كانوا على حق، فلا شك أن هذا خلاف السلفية. فالسلف كلهم يدعون إلى الإسلام والالتئام حول سنة الرسول صلى الله عليه و سلم. ولا يضللون من خالفهم عن تأويل، اللهم إلا في العقائد، فإنهم يرون من خالفهم فيها فهو ضال.

لكن بعض من انتهج السلفية في عصرنا هذا صار يضلل كل من خالفه و لو كان الحق معه، واتخذها بعضهم منهجا حزبيا كمنهج الأحزاب الأخرى التي تنتسب إلى الإسلام، وهذا هو الذي ينكر و لا يمكن إقراره.

ويقال: انظروا إلى مذهب السلف الصالح ماذا كانوا يفعلون في طريقتهم وفي سعة صدورهم في الخلاف الذي يسوغ فيه الاجتهاد، حتى إنهم كانوا يختلفون في مسائل كبيرة، في مسائل عقدية، وفي مسائل علمية، فتجد بعضهم مثلا ينكر أن الرسول صلى الله عليه و سلم رأى ربه، وبعضهم يقول بذلك، و بعضهم يقول: إن الذي يوزن يوم القيامة هي الأعمال، وبعضهم يرى أن صحائف الأعمال هي التي توزن. و تراهمأيضا في مسائل الفقه يختلفون، في النكاح، في الفرائض، في العدد، في البيوع، في غيرها، ومع ذلك لا يضلل بعضهم بعضا. فالسلفية بمعنى أن تكون حزبا خاصا له مميزاته و يضلل أفراده سواهم: فهؤلاء ليسوا من السلفية في شيء.

وأما السلفية التي هي اتباع منهج السلف عقيدة، و قولا، و عملا، واختلافا، و اتفاقا، و تراحما، وتوادا، كما قال النبي صلى الله عليه و سلم: [مثل المؤمنين في توادهم و تراحمهم و تعاطفهم كمثل الجسد الواحد، إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالحمى و السهر] فهذه هي السلفية الحقة.

المصدر : لقاء الباب المفتوح رقم السؤال 1322

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s