Diantara Adab Pergaulan Adalah Akhlak Yang Baik

Posted: August 17, 2013 in Adab

AKHLAK YANG MULIA

Berakhlaklah yang baik terhadap saudara, tetangga, dan sahabatmu. Karena hal itu meneladani Rasulullah Shallallahu’alaihi wasalam dalam sebuah hadits,

“Beliau ditanya, ‘Apa yang lebih baik diberikan kepada seseorang?’ Beliau Shallallahu’alaihi wasallam menjawb, ‘Akhlak yang baik’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah no. 2789, Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani)

MENUTUPI AIB

Termasuk adab pergaulan adalah Menutupi Aib. Hendaknya engkau menutupi aib sahabat dan saudaramu.

Berkata Ibnu Mazin, “Seorang Mukmin itu mencari udzur (persangkaan baik) saudaranya. Sedangkan seorang munafik mencari-cari kesalahan saudaranya.”

Berkata Hamdun Al Qashar, “Apabila salah seorang saudaramu tergelincir dalam kesalahan, maka carilah untuknya udzur yang memungkinkan ia melakukan hal tersebut. Apabila engkau tidak menerima udzurnya maka engkaulah yang pantas mendapatkan aib.”

PILIHLAH SAHABAT DAN TEMAN YANG BAIK

Termasuk adab pergaulan adalah engkau bergaul dengan orang yang baik agamanya dan amanah (terpercaya), baik yang nampak maupun yang tersembunyi (akhlaknya bagus dan aqidahnya bersih)

Allah Subhanahu wataala berfirman,

لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya,” (Al Mujaadilah: 22)

Rincian bergaul dengan orang lain:

1. Terhadap orang yang lebih tua, terhadap masyayikh, dan ulama: Yakni dengan Menghormatinya, membantunya, dan meringankan kesulitannya.

2. Terhadap orang yang sebaya, teman, dan sahabat: Yakni dengan nasihat yang tulus, adil, dan saling mencocoki (seiya sekata) selama bukan dalam perkara dosa dan maksiat.

3. Terhadap orang yang lebih muda dan anak-anak: Yakni dengan memberi bimbingan, adab, membawa mereka dengan apa yang diwajibkan ilmu, adab yang dituntunkan as sunnah, juga adab-adab bathin, dan menunjukkan kepada mereka dengan perkara lain yang bisa memperbagus adab.

Maka wajib bagi seorang Mukmin untuk menjauhi teman-teman yang hanya mencari kehidupan dunia, karena mereka akan mengarahkanmu kepada pertemanan penghamba dunia dan cinta dunia. Jika ini terjadi maka akan mencegahnya dari keselamatan dan bisa merusak persahabatan. Bersemangatlah untuk menjalin pertemanan dengan ahlul khoir (orang-orang baik) dan para pencari akhirat.

Oleh karena itu berkata Dzunnun ketika ada yang meminta wasiat kepadanya, “Hendaknya engkau menjalin persahabatan dengan orang yang nampaknya selamat dari cinta dunia, yang keilmuannya bisa menolongmu kepada kebaikan, dan yang mengingatkanmu kepada Allah Subhanahu wata’ala.

(Dinukil Dari Kitab Adabul ‘Isyrah wa Dzikru ash-Shuhbah wal Ukhuwwah, Penulis Asy Syaikh Abul Barakat al-Ghazzi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s