Wafat Dalam Keadaan Tidak Berbuat Syirik, Masuk Syurga.

Posted: August 17, 2013 in Aqidah

Dari Anas bin Malik Radhiallahu’anhu ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

قَالَ الله تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئَا، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

“Allah Subhanahu wata’ala berfirman : “Wahai anak Adam, jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa kesalahan sepenuh bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku (meninggal) dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan sepenuh bumi pula.” (Riwayat Tirmidzi no. 3540, Bab Keutamaan Taubat dan Istighfar, dia berkata hadits ini Hasan)

Anas bin Malik bernama Anas bin Malik bin Nadhr al-Anshary al-Khazrajy. Ia adalah pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam selama 20 tahun. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mendoakan untuknya semoga Allah Ta’ala memberkahi harta dan anak-anaknya. Anas bin Malik Radhiallahu’anhu wafat tahun 94H di Bashrah, Irak.

Penjelasan per-kata

Sepenuh bumi : Teramat banyak sepenuh bumi atau hampir sepenuh bumi.

Kesalahan: Yakni dosa-dosa.

Tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun: Yakni tidak berbuat syirik dengan berbagai bentuknya.

Penjelasan global

Allah Subhanahu wata’ala mengkabarkan kepada kita dalam hadits qudsi ini bahwasanya barangsiapa yang wafat dalam keadaan memurnikan tauhid dan meninggalkan seluruh jenis kesyirikan, maka sesungguhnya Allah Subhanahu wata’ala mengganti kesalahannnya dengan kebaikan meskipun dosa-dosanya sepenuh bumi atau hampir sepenuh bumi.

Faidah hadits ini

1. Penetapan sifat al-Qaul (Maha berfirman) bagi Allah Ta’ala yang sesuai dengan kesempurnaan-Nya.
2. Penjelasan luasnya keutamaan Allah Azza wajalla dan kasih sayang-Nya.
3. Wafat di atas tauhid yang murni sebagai syarat terampuninya dosa. Dalam perkara ini dirinci:
a. Barangsiapa yang wafat dalam keadaan melakukan syirik besar (menyekutukan Allah Azza wajalla dengan sesuai) wajib baginya neraka.
b. Barangsiapa yang wafat dalam keadaan tidak pernah melakukan syirik besar, namun dia melakukan sedikit syirik kecil (riya, sum’ah, ‘ujub), kebaikannya akan menghapus kesalahannya dan dia masuk surga.
c. Barangsiapa yang wafat dalam keadaan tidak pernah melakukan syirik besar, namun dia melakukan syirik kecil, kesalahannya akan menghapus kebaikannya dan dia masuk neraka namun tidak kekal di dalamnya.

[Dinukil dari kitab Al Jadid Syarhu Kitabut Tauhid, Karya Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Sulaiman Al Qar’awi]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s