Yang Penting Niat

Posted: August 21, 2013 in Uncategorized

Perkataan ini BANYAK SEKALI KESALAHAN FATAL, diantaranya:

1. Yang benar adalah NIAT YANG BENAR/JUJUR dan adanya AMALAN SHALIH.

Tidak boleh orang yang MALAS BERAMAL berhujjah dengan niat. Sebagaimana seorang yang shalat, ketika diseru untuk shalat, maka ia berkata: “Yang penting niatlah!!” Hal ini jelas salah! Karena Rasulullah bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan melihat rupa dan harta kekayaan kalian. Allah hanya akan melihat kepada HATI dan AMAL kalian.”(HR. Muslim no. 2564)

Kemudian, apakah orang yang berkata demikian JUJUR dalam perkataannya?! Yaitu bahwasanya apa yang mereka katakan tersebut benar-benar ada dalam hatinya?!

Padahal Allah berfirman tentang orang-orang munafiq:

‎وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ

Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (al Baqarah: 8)

Maka bisa jadi orang yang demikian mengatakan dengan lisannya “YANG PENTING NIAT”, namun didalam hatinya justru TIDAK ADA NIAT atau tekad kuat tentang apa yang ia ucapkan tersebut. Sehingga ia hanyalah seorang pembual dan pendusta. Sebagaimana disebutkan dalam firmanNya:

‎إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ

Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”.

وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ

Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu BENAR-BENAR PENDUSTA. (Al-Munaafiqun: 1)

Karena kalaulah niat mereka benar, pastilah niat tersebut akan nampak dalam amalan-amalan mereka. Maka apakah YANG MENGHALANGI mereka dalam beramal sehingga mereka selalu berhujjah “yang penting niat”?!

2. Perkataan “Yang Penting Niat” hanyalah digunakan untuk MENGHALALKAN SEGALA CARA.

Ketahuilah amalan yang rusak, tidak dibenarkan dengan semata-mata niat yang baik.

Allah berfirman tentang orang-orang munafiq:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”.(Al-Baqarah: 11)

Mereka diingatkan untuk menghentikan kerusakan yang mereka perbuat, namun mereka berdalih dengan “niat baik” menurut PERSANGKAAN mereka.
Allah berfirman tentang orang-orang kafir:

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالً . الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.(al Kahfi: 103-104)

Mereka menganggap kekufuran yang mereka perbuat adalah perbuatan yang baik, Namun ANGGAPAN tersebut tidak otomatis menjadikan apa yang mereka lakukan tersebut benar.

Para ulama mengatakan dalam QS 18:103-104, termasuk pula ahlul bid’ah.

Allah berfirman tentang fir’aun:

قَالَ فِرْعَوْنُ مَا أُرِيكُمْ إِلَّا مَا أَرَى وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ الرَّشَادِ

Fir’aun berkata: “Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang Aku pandang baik; dan Aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”.
(QS Ghaafir : 29)

Fir’aun MENGANGGAP jalan yang ia ajak tersebut adalah JALAN YANG BENAR. Padahal telah jelas kesesatannya yang diperbuatnya. Allah berfirman:

كَاذِبًا وَكَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوءُ عَمَلِهِ وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ

Demikianlah dijadikan Fir’aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar)(Ghaafir 37)

Allah berfirman:

فَاتَّبَعُوا أَمْرَ فِرْعَوْنَ وَمَا أَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيدٍ

…tetapi mereka mengikut perintah Fir’aun, padahal perintah Fir’aun sekali-kali BUKANLAH (JALAN) YANG BENAR.(Hud: 97)
Allah berfirman tentang perkataan Iblis:

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

Iblis berkata: “Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan buruk) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya…”
(Al-Hijr: 39)

Allah berfirman tentang tipu daya syaithan:

وَزُيِّنَ ذَٰلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنتُمْ قَوْمًا بُورًا
dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.(Al-Fath: 12)

Justru “anggapan baik” tersebut dikatakan oleh Allah SANGKAAN YANG BURUK.

Allah berfirman:

وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ

Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah)…(Al-Ankaboot: 38)

Allah berfirman:

فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

…tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.(An-Nahl: 63)

Allah berfirman:

أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا

Patutkah kamu mengambil dia (iblis) dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.(al Kahf: 50)

Maka semoga kita tidak menjadi salah satu PRAJURIT IBLIS, dengan selalu berkata “yang penting niat”.

Kita tutup dengan perkataan ‘Umar ibnul Khaththab:

“Dahulu orang-orang melakukan dosa, akan disingkap kesalahannya itu dengan perantaraan wahyu. Akan tetapi saat ini, wahyu telah terputus.
Maka, kami hanya menghukum1 kalian terhadap apa-apa yang NAMPAK dari AMAL-AMAL KALIAN.

Barangsiapa yang menampakkan kebaikan2, kami akan mempercayainya, dan kami tidak akan mengusik segala yang tersembunyi darinya. Allah-lah yang akan menghisab apa-apa yang tersembunyi darinya.

Namun barangsiapa yang menampakkan kejahatan, maka kami tidak akan mempercayainya meskipun ia berkata : ‘Sesungguhnya apa yang ia inginkan dalam hatinya adalah kebaikan” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 2641]

Catatan Kaki

Yaitu penghukuman tersebut haruslah berdasarkan KITABULLAH, SUNNAH RASULULLAH shallallahu ‘alayhi wa sallam menurut PEMAHAMAN SALAFUSH SHALIH.
Seperti yang telah dikatakan diatas, yang disebutkan dengan “kebaikan” adalah apa-apa yang sesuai dengan keterangan dari Allah dan RasulNya menurut pemahaman salafush shalih

Sumber:http://abuzuhriy.com/tanggapan-atas-ucapan-yang-penting-niat/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s