Facebook. Antara Syubhat, Fitnah dan Ghibah

Posted: December 2, 2013 in Adab

Walaupun judulnya “berteman” bahkan “berlangganan” di FB, tetap saja TEMAN dunia maya tidak seperti TEMAN dunia nyata, buktinya lebih sering kita tidak betul-betul mengenal siapa teman kita di FB.

Kadang kita mengenal teman FB kita sebagai orang-orang yang BERADAB, MENJAGA LISAN dan TIDAK TERGESA-GESA dalam MENGHUKUMI, tidak suka GHIBAH dan tidak suka membahas FITNAH. Ternyata, ketika dia memiliki perselisihan atau perbedaan pendapat dengan kita maka dengan mudahnya dia menggibah dan menghukumi saudaranya: “Dikatakan “Ustadz” saja tidak bisa berdiskusi ilmiah”, “Memaksakan pendapat”, “Jumud”, “Gak salah muridnya pun demikian”, “Tidak konsekuen dengan ucapannya”, “Mantan da’i sesat”. Hanya sebagai permisalan, selain itu masih banyak kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh seorang “teman”.

Padahal kalau mereka mau, betapa mudahnya mengirim pesan via inbox untuk menanyakan apa dasar sikap kita, ataupun menasihati secara tertutup jika memang mereka menganggap kita telah salah. Dan sering kali, diantara mereka, tentunya juga tidak senang jika ia melakukan kesalahan, lalu aib-aibnya diumbar secara murahan di FB, tetapi hendaklah dinasehati secara tertutup. Namun sayang, ketika mereka melihat kesalahan orang lain, mereka pun melakukan hal yang sama, jadi STANDAR GANDA.

Tidakkah mereka takut dari bahaya ghibah, ataukah dalil-dalil tentang bahaya ghibah hanya mereka arahkan kepada orang lain, tidak untuk diri mereka? Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah mengingatkan,

“Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda, “Engkau menyebutkan saudaramu dengan sesuatu yang tidak ia sukai.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang aku katakan itu terdapat pada diri saudaraku?” Beliau bersabda, “Jika apa yang engkau katakan itu terdapat pada diri saudaramu maka engkau telah mengghibahinya, jika tidak maka engkau telah berdusta atasnya.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Ikhwani fid diin, takutlah kepada Allah ta’ala, bertakwalah kepada-Nya, dan realisasikan takutmu kepada Allah ta’ala dan takwa kepada-Nya dalam kehidupanmu sehari-hari, tidak terkecuali dalam tulisan-tulisanmu di internet, dan jangan sampai engkau pintar menasihati manusia untuk takut dan takwa kepada Allah ta’ala, namun engkau sendiri tidak mengamalkannya. Maka ketahuilah, membicarakan keburukan seorang muslim tanpa terpenuhi syarat-syarat dibolehkannya secara syar’i, hanya ada dua kemungkinan:

1.Ghibah.
2.Dusta.

Dan keduanya adalah kezaliman yang taubatnya dipersyaratkan harus meminta penghalalan dan pemaafan dari orang yang dizalimi tersebut, jika tidak maka urusannya akan panjang sampai di akhirat.

Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah memperingatkan bahaya kezaliman,

“Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut adalah orang yang tidak (lagi) memiliki dinar dan harta”. Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari ummatku adalah seorang yang datang (menghadap Allah Ta’ala) pada hari kiamat dengan (membawa pahala) sholat, puasa, zakat, namun ketika di dunia dia pernah mencaci fulan, menuduh fulan, memakan harta fulan, menumpahkan darah fulan, memukul fulan. Maka diambillah kebaikan-kebaikan yang pernah dia lakukan untuk diberikan kepada orang-orang yang pernah dia zalimi. Hingga apabila kebaikan-kebaikannya habis sebelum terbalas kezalimannya, maka kesalahan orang-orang yang pernah dia zalimi tersebut ditimpakan kepadanya, kemudian dia dilempar ke neraka.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Maka jangan pernah engkau lupakan, setiap ucapanmu tentang saudaramu secara zalim akan menjadi bencana bagimu pada hari kiamat. Sebagaimana hadits ini juga menjadi hiburan bagi orang-orang yang dizalimi, baik dengan sikap maupun dengan kata-kata, semoga dosa-dosanya menjadi berkurang dan diampuni oleh Allah ta’ala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s