Hanya Satu Persinggahan.

Posted: January 28, 2014 in Uncategorized

Kemarin ketika sedang berjalan menuju rumah seorang sahabat, mobil yang ana kendarai tiba-tiba harus berhenti sejenak, terhenti oleh keranda yang membawa jenazah keluar dari gang menuju jalan raya dan mengharuskan semua kendaraan berhenti, sekedar memberi penghormatan terakhir dan ALLAH memang sedang menunjukan kepada semua pengendara bahwa suatu hari kita yang saat ini berada didalam kendaraan mewah ber-AC akan berada di keranda bertutupkan kain hijau bertuliskan “Innalillahi wa inna illaihi rajiun“, iya keranda yang menuju pemakaman itu suatu hari akan kita kendarai, siap tidak siap, suka tidak suka kematian pasti datang, artinya lagi memang di bumi ini kita hanya singgah, yang namanya singgah pasti tak lama, kalau kelamaan diusir sama yang punya tempat.

Kemudian ana diam sejenak, menikmati keranda yang lewat didepan mobil sambil berpikir, jika ana hanya singgah didunia ini, kenapa ana dan banyak sekali manusia yang terpedaya indahnya, tercengang, terlena dengan segala kenikmatan sementara yang disajikan ditempat persinggahan ini, padahal ALLAH memberi menempatkan kita ditempat singgah ini plus diberikan bekal rejeki selama singgah pasti tujuannya agar kita siap melanjutkan perjalanan ke rumah yang sesungguhnya bukan malah bengong, kesasar dan menikmati persingaahan ini, betah lagi alias gak mau pulang.

Kembali ana merenung (bengong kali tepatnya) jika hidup ini adalah persinggahan sejenak saja maka, semestinya kita harus jadi tamu yang baik, tamu yang nurut apa kata siempunya rumah dan tamu yang tahu diri untuk bersiap siap beranjak pulang, gak betah ditempat singgah, terbayang-bayang rumah yang sesungguhnya, seperti janji ALLAH bahwa di ujung perjalanan nanti ALLAH menyiapkan sebuah rumah yang sangat indah, yang dibawahnya mengalir air sungai, yang tamannya penuh dengan buah dan bunga bunga indah, yang teman kita nanti adalah lelaki tampan dan bidadari surga yang ketampanan dan kecantikannya seribu kali diatas level tampan ana.

Ah membayangkan saja ana sudah terkagum-kagum indahnya hidup di rumah terakhir yang dijanjikan ALLAH jika saya baik baik selama singgah, rumah terakhir bagi hamba hamba yang dicintai dan mencintai ALLAH tentunya, dan untuk sampai ketempat seindah ini tentu syaratnya tak mudah…
Jadi tempat persinggahan ini sesungguhnya gak ada apa apanya dibanding tempat yang dijanjikan ALLAH, namun kita justru terpanah dengan persinggahan sementara ini, dan lalu menganggap penampungan sementara ini abadi, dan sangat indah, melihat gubuk kita sangka istana bersama si dia yang kita cintai, padahal ini maksiat namanya berduaan dengan yang bukan mahrom kita, bahkan melihat kolam kecil kita sangka danau. Intinya terpana, terpesona, terlena. Kita menjadi kabur dan tertipu oleh karena keterpanaan yang menerpa.

Sekarang dengan kesadaran penuh bahwa dunia ini hanya tempat persinggahan, maka TIDAK boleh terpesona, terlena apalagi tersesat dan tidak tahu jalan pulang, PARAH … sebagai tempat persinggahan yang segera akan kita tinggalkan, maka suka tidak suka kita harus menyiapkan bekal pulang, agar selamat sampai ditempat tujuan, karena yang ini sementara dan yang sana kekal, lebih baik gak terlalu nikmat disini tapi nikmat disana !!

Yuk, perbanyak bekal pulang, percaya deh disini tak seindah disana, rumah kita sendiri …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s