Pulang

Posted: February 8, 2014 in Uncategorized

Ketika mendengar kata “Pulang” yang terlintas dibenak ana adalah kembali ke suatu tempat yang sangat nyaman, tempat untuk memupuskan segala gundah gulana, tempat untuk melerai segala lelah, tempat dimana kita bisa menemukan semua yang kit butuhkan dalam hidup kita, tempat bersemayam kasih sayang, tempat beristirahat yang sangat tenang. Iya PULANG, siapa yang tak ingin pulang? anak kos pengen pulang, anak rantau pengen pulang, dan kita ingin pulang…

Jika pulang kerumah dunia begitu indahnya, maka hati kecil ana bertanya tanya, mengapa pulang kerumah ALLAH begitu menakutkan bagi sebagian orang, dan bagi ana juga tentunya, padahal kepulangan kerumah ALLAH sudah pasti terjadi, suka gak suka pasti pulang, harusnya begitu menyenangkan karena dengan pulang kita akan bertemu dengan pemilik napas kita, pasti INDAH … contoh aja deh ketika kita sedang sibuk kerja tiba tiba bos kita bilang “pulang gih istirahat” duh bukan main senengnya kita, waktu sekolah dulu begitu bel pulang berbunyi, seneng banget, lepas dari kesumpekan. iya kan? lalu kenapa ketika terpikir bahwa ALLAH yang akan meminta kita pulang, bulu kuduk kita langsung berdiri, TAKUT !!

Mungkin bukan pulangnya yang menakutkan tapi karena ketika kita pulang kita tahu bahwa kita akan dihisab, seperti orang tua kita yang sibuk menanyakan apa yang kita lakukan ketika berada diluar rumah? kemana saja kita pergi selama jauh dari rumah? sudah makan apa saja? pergi sama siapa saja? kalau kita melakukan yang baik baik, pasti orang tua kita akan sangat bahagia, bahwa selama diluar rumah kita menolong pemulung mencari makan, bahwa kita tadi melangkahkan kaki kita untuk ke majelis taklim, ke lembaga lembaga menuntut ilmu, bahwa kita tidak melakukan hal hal yang dilarang, pasti kita gak takut pulang dong, malah pengen cepet pulang, ketemu orang tua dan bisa duduk diteras dengan taman yang indah sambil berceloteh tentang hal hal yang indah yang kita lakukan. kan gitu yah?
Sekarang bayangkan ketika kita pulang menghadap ALLAH, apakah saat ALLAH memanggil kita pulang kita sedang mengejar dunia atau ketika panggilan pulang itu datang kita sedang mengejar akhirat…

Harusnya kita menyadari bahwa jadwal kepulangan kita sudah diatur oleh ALLAH, kapan dan dimana kita akan dipanggil pulang, hanya tidak diberitahu ke kita kapan dan dimananya,karena kalau dikasih tahu nanti kita kaget, dan ALLAH maha menunjukan kebesaranNYA dengan menjadikan jadwal kepulangan manusia sebagai misteri, agar manusia menyadari bahwa ALLAH maha besar, kita hanya diberi tahu bahwa kita pasti pulang namun kapan dan dengan kendaraan apa kita pulang dirahasiakan oleh ALLAH.

Kapan berangkatnya kita memang tidak tahu karena jadwal kepulangan kita hanya ALLAH yang tahu, dan untuk kepulangan ini ALLAH memberi kita open ticket, iya open ticket itu bernama WAKTU, dan ini one way ticket loh bukan return ticket. Jjadi waktu ini yang harus kita manfaatkan dengan cerdas, jangan mau jadi manusia yang bodoh dan mudah dibisikin setan hingga menjadi hamba setan untuk mengisi waktu dengan maksiat atau mau jadi hamba ALLAH, waktu kita mungkin gak lama lagi…

Kebayang gak kalau kita dipangil pulang saat kita lagi pacaran, Orang Tua kita aja pasti ngamuk apalagi ALLAH [duh contohnya kenapa musti itu sih …] kan pacaran yang paling mendominasi akumulasi dosa dosa anak muda, setan penuh di ruang hati yang sedang dimabuk cinta loh !!

Kembali ke soal ticket tadi, ketika jadwal itu menjadi misteri, yang bisa kita lakukan adalah mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya, agar kita dapat pulang dengan kendaraan ber AC, mendapat window seat, mendapat tempat duduk dikelas executive yang lega dan gak umpel umpelan, dengan ditemani oleh bidadari dan bidadara terbaik pula, siapa yang gak mau pulang dengan cara begini, begitu sampai disana kita akan disambut oleh para ahli surga karena mereka menunggu kita, kita bisa masuk dari pintu mana saja kita mau … dan bertemu dengan ALLAH, Dzat pemilik segala ke-agungan. Subhanallah sungguh tempat istirahat yang sangat indah yah.

Iya, sekarang ALLAH masih memberi kita waktu kan? JANGAN sia sia kan. Perbaiki diri, jalankan perintah ALLAH dan jauhi laranganNYA, tugas kita hanya ini sebagai hamba, apa ada yang lain? “jika ada yang lain beritahu ana” ketika ALLAH menyuruh kita shalat, zakat, sedekah, ikhlas, sabar, puasa, baca dan pahami AlQuran, jalankan. Ketika ALLAH melarang kita mendekati zina, bergibah, iri hati, dengki, marah dan melukai hati hamba hamba yang lain yah jangan lakukan dong.

Intinya bagaimana mengisi waktu yang mungkin tidak lama lagi ini, ingat selalu apakah perbuatan kita ini perbuatan yang ALLAH perintahkan atau yang dilarangNYA … iya hanya perlu bertanya pada hati nurani, satu bagian bernama qolbu ini tidak pernah bohong, salah ya salah benar ya benar.

Seandainya bila aku harus pulang, aku ingin menyebut nama-Mu untuk yang terakhir kali. Karena selama hidup aku telah lalai dan terjatuh ke dunia yang sangat-sangat hitam. Dimana aku akan berada, aku juga tidak tau. Bekal apa yang harus kubawa pulang nanti menghadap-Mu.

Ya Allah…selama ini hamba mencurangi waktu. Tidak pernah berpikir dengan hati yang jernih, berakal dan penuh dengan keihklasan. Hamba hanya meninggi-ninggikan diri hamba.

Ya Allah…berikanlah hamba setetes karunia-Mu agar hamba tidak lagi tersesat kejurang yang hitam dimana hamba hanya sementara saja berpijak didalamnya.

Ya Allah…jika hamba memang harus pulang, berikanlah hamba setetes hidayah agar hamba tidak lagi curang didunia-Mu ini. Biarkan hamba membawa bekal setitik saja amal-amal dan kebaikan agar hamba tidak tersesat di alam yang berikutnya.

Dan kini kita tahu bahwa ada satu yang tak akan pernah kembali, yaitu WAKTU !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s