Biarlah Berlalu

Posted: March 15, 2014 in Puisi

Dulu sering ana merasa bahwa orang yang melukai ana tidak perlu dimaafkan, enak aja udah salah koqdiberi hadiah MAAF, dan parahnya lagi ana akan merasa “mustinya dia yang minta maaf” tapi benarkah itu hadiah untuk dia, bukan hadiah untuk diri ana sendiri, bukankah memaafkan menunjukan seberapa besar ana mampu menerima takdir ALLAH atas kejadian yang gak enak kan? Karena tak ada satu kejadianpun tanpa seizin ALLAH, mau itu bahagia atau luka, semua karena kasih sayang ALLAH…

Iya maaf adalah hadiah buat diri kita sendiri. Hadiah, untuk sebuah kebebasan. Kebebasan dari rasa tertekan, rasa dendam, rasa amarah, rasa sesak didada, rasa diburu oleh hantu dan kedegilan hati. “Memaafkan memang berat, tapi sebetulnya sederhana” maaf dan lupakan, biarkan waktu yang menyembuhkan dan ALLAH yang membalas perbuatannya, sederhana kan?

Setahun yang lalu ana mengalami musibah yang dahsyat, ana menjadi korban fitnah dan aib teman ana yang ana percayai mampu menjaganya, bukankah teman harusnya menjaga bukan merusak, tapi “sudahlah, musibah sudah terjadi”, buat mereka yang bisanya hanya jadi penghibur mungkin bisa berkata begitu tapi tidak bagi ana, TRAUMA itu melekat hebat dalam jiwa…lama ana coba mengerti walau mungkin ana tidak akan pernah mengerti seberapa dalam luka itu.

Iya luka dan trauma adalah luka dimasa lalu yang masih tersisa, iya masa lalu, masa yang tak akan pernah kembali, ana kini hidup dengan luka masa lalu, dan belum juga memahami bahwa setiap manusia pasti pernah terluka tapi haruskah ana menghabiskan sisa umur ana untuk luka?

“Kamu gak ngerti betapa dalamnya luka ini”

Ini terikan ana setiap kali orang meminta ana melangkah, maafkan dan lupakan, semua orang memang kurang pengertian seperti kata ana, tapi mau sampai kapan ana habiskan waktu untuk marah, ALLAH pasti gak mau deket sama orang yang pemarah.

Tapi katakanlah ini luka yang paling dalam didunia, dinodai dan dihempaskan, pertanyaan selanjutnya adalah mau berapa lama berada dititik luka ini? Bukankah setiap perbuatan ada balasannya, iya betul, mengapa kita tidak memasrahkan setiap kejadian sebagai bagian dari takdir ALLAH, kemudian lanjutkan hidup. Kan gitu yah? yang berbuat aja bisa melangkah mengapa ana jalan ditempat, meraung meratapi nasib yang tak akan berubah, sudah terjadi gitu loh, mau diapain lagi… ikhlas gak ikhlas sudah terjadi jadi mending ikhlas.

Ana jadi berpikir tentang kata maaf, iya MAAFKAN, luka yang dialami ana adalah karena ana tidak mampu memaafkan, memendam luka, lalu kenapa orang lain mampu mengobati luka dan ana tidak, itu karena ana TIDAK mampu memaafkan. Kenapa ana tidak mampu memaafkan? Karena ana telah menempatkan diri ana sebagai TUHAN yang berhak mengatakan bahwa ana benar dan orang lain salah, padahal itu hak ALLAH, dan ana sok’sok an mengambil hak ALLAH, menghakimi orang lain, menyalahkan orang lain…emang nya ana siapa? berani mengambil hak ALLAH.

Jadi sahabat, ambil contoh yang baik, maafkan dan lanjutkan hidup, jangan hidup dengan masa lalu, rugi lah. Memaafkan yang ana maksud disini adalah tidak menyimpan dendam atas kesalahan siapapun yang menyakiti kita. Maaf yang ana maksud adalah tidak membalas perbuatannya karena membalas adalah hak ALLAH, dan ALLAH tidak pernah ingkar janji ketika DIA mengatakan bahwa setiap perbuatan akan terbalas, sekecil apapun jadi gak perlu repot repot balas, kalau ALLAH yang balas pasti pas balasannya, kalau kita yang balas? yang ada kita tambah luka.

Mari memaafkan dan melanjutkan hidup, yang usai biar berlalu, sudah waktunya melangkah, jangan mau hidup dengan masa lalu. Ingat, dimana ada kemauan disitu ada jalan, when there is a will there is a way. Mari melangkah jangan lama lama bersahabat dengan luka, dan kini ana mengerti, jangan pernah merasa kita jadi orang yang paling menderita karena selalu ada luka diatas luka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s