Hidup Hanya Seperti Musafir

Posted: March 15, 2014 in Puisi

“Ada tiga hal yang paling dicintai Allah, yaitu: [1] memaafkan kesalahan orang; [2] bersungguh-sungguh dalam beramal; dan [3] beribadah sesuai dengan ilmunya. Tidaklah seseorang berbuat baik terhadap orang lain di dunia, melainkan Allah akan menyayanginya pada hari kiamat.”

Jujurlah walau itu menyakitkan, setidaknya berniat berbuat baik meski sulit untuk diterima. Itu ucapan guru ana yang terus terngiang ditelinga ana hingga detik ini bahwa ana harus jujur, jujur atas apapun dan bahwa ana harus berbuat baik dan tidak menyakiti dan dua hari ini kejujuran ana telah melukai seseorang, telah mematahkan kakinya telah melumpuhkan tangannya, dan telah memburaikan tangisnya dan airmata yang jatuh saat mendengar kejujuran ana adalah tangis tanpa kata sebelum ana pamit pergi, entah kemana dan mungkin tidak akan menghubunginya lagi… inilah akhir dari perjalanan sang musafir dalam hidup ana.

Musafir datang dan tidak mampu membawa warna. Ia datang pada saat tidak memiliki apa apa untuk dibagi, tak lagi memiliki rasa haus karena terlalu lama kehausan dan tak lagi memiliki rasa lapar karena terlalu lama kelaparan hingga hilang derita haus dan lapar oleh masa lalu, kemudian ana hadir mencoba memberi rasa itu kembali.

Ketika rasa haus dan lapar itu kembali kini saatnya ana pergi, cukuplah hingga disini karena ana harus menapak ke bumi dengan segala kekurangan yang ada pada ana dan ana mohon maaf jika ana harus jujur, karena tempat ana bukan disana, denganmu tapi disini.

Kejujuran tidak selamanya indah, bahkan sepanjang perjalanan napas ana, kejujuran ana lebih banyak menyakitkan tapi kini ana tahu bahwa ana telah dewasa dengan diri ana yang telah mampu mengatakan TIDAK, setidaknya TIDAKnya ana tidak menyakiti musafir berkepanjangan, dan kepergiaa ana pasti adalah hal terindah yang ALLAH berikan … untuknya, untuk ana dan untuk yang selalu berada didalam pikiran ana.

“Sahabat…ana pergi agar kehadiran ana tidak lagi memberatkan langkahmu agar kamu tidak lagi perlu bersusah susah mencari kata yang tepat untuk membuat ana pergi dan ana tidak ingin lagi memberatkan kamu dan kluarga bahagiamu dan membuat kalian bingung. Bingung memikirkan kata-kata yang tepat dan waktu yang pas untuk disampaikan. Maka hari ini, ana ingin menghilangkan kebingungan dan segala kekhawatiran itu. Membuka jalan kebahagiaan tanpa menyimpan luka pada siapa pun. Ana pamit sahabat, semoga kamu bahagia…”

Selamat jalan musafir, semua datang dari ALLAH dan akan kembali kepada ALLAH … Life is just a matter of choices, hapus airmata yah sahabat. DON’T cry and we still be friend.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s