Ketika Cinta Menjadi Berhala

Posted: March 15, 2014 in Puisi

Entah kenapa setiap kali malam minggu tiba jiwa romantis ana meronta ronta, merobek setiap relung hati dan mencoba mengerti mengapa malam ini terasa berbeda dari malam malam yang lain, malam minggu identik dengan keromantisan, identik dengan kasih sayang dan identik dengan cinta cintaan, mungkin karena malam minggu banyak yang mencurahkan kasih sayang, yang punya pacar ya pacaran, yang gak punya pacar yah cari gebetan.

Dan bisa dipastikan bagi sebagian orang malam minggu adalah malamnya setan berpesta pora dan setiap kita akan gampang sekali menjadi para hamba hamba setan dimalam panjang ini, mengikuti apa yang setan inginkan maksud ana, nauzubulahimnidzalik.

Masih terngiang pertemuan terakhir dengan sahabat ana yang sedang jatuh cinta, ini katanya tentang cinta.

“lo tahu gak, rasanya hati gue berdegup, berbunga, gue gak bisa hidup kalau gak ada dia, gak bisa makan dan minum, sehari gak ketemu rasa setahun, dia tempat curahan kasih sayang gue, sandaran jiwa gue, enak banget rasanya”

Aduh duh aduh, jujur ana dibuat bengong oleh ocehan kepompong kosong ini. Jika semua ungkapan sahabat ana ini benar, dimana ALLAH kira kira yah? Ketika hati penuh oleh khayalan bersama wanita yang bikin sang jejaka meleleh apa masih ada tempat untuk berpikir tentang keberadaan ALLAH. Ana jadi berpikir ketika cinta kepada manusia mengalahkan cinta kita kepada ALLAH apa gak jadi berhala tuh cinta.

Iya berhala, berhala itu apa sih? apa yang ana bayangkan ketika pertama kali mendengar kata berhala? bentuk benda menyerupai manusia, berkarakter, disembah, tapi jaman sekarang secara logika sudah gak bisa diterima untuk menyembah berhala berwujud bukan?

Ternyata setan juga mengikuti era digital loh, setan gak nyerah tuh, ia dengan pasukannya kembali menggoda manusia dengan berhala yang tak terlihat tapi mampu membuat manusia takluk, menyembah, tak bisa hidup tanpa berhala ini, berhala ini bernama cinta dunia (hmm… bisikannya lembut banget, pembenarannya juga banyak tuh)

Iya, berhala tak berwujud yang di sembah itu berupa cinta sang kekasih yang di kejar sampe lupa dzikir karena keenakan menyebut nyebut nama si yayang daripada menyebut nama ALLAH. Berhala itu bernama harta yang di kejar hingga takut zakat dan sedekah yang agak lebih karena takut gak cukup nih uang hingga akhir bulan plus hutang kartu kredit yang belum dibayar, berhala itu bernama jabatan, bernama pekerjaan, dengan alasan masih banyak kerjaan akan tertunda waktu shalat… ya ALLAH ternyata kita masih menyembah berhala.

Dada ini kita penuhi dengan keinginan duniawi, tanpa ada tempat untuk ALLAH, sehingga walaupun tiap hari kita bershahadat yang kita lakukan seakan-akan ALLAH tak ada, tak melihat. ALLAH kita jadikan nomor seratus sekian ketika kita akan mengambil keputusan bahkan kita tempatkan di wilayah yang tak penting lagi, tak ada shalat tahajud tuh waktu kita kalut, dan ketika kita butuh petunjuk bukan ALLAH yang kita tanya melalui shalat istikharah tapi kita tanya sahabat kita, kekasih kita. ALLAH hanya jadi alat pembenaran ketika kita memiliki hajat pribadi. ALLAH hanyalah suplemen agar keinginan nafsu menjadi sedikit halal, sah, lengkap, dan mantap. Secara tak sadar kita menafikan La Haula walaa Quwwata Illa Billah.

Jika sudah begini, apa bedanya kita dengan Firaun, menjadi pengikut setan dan menampikan kehadiran ALLAH, berbuat seolah olah ALLAH tak melihat, tak mendengar… tak ada, padahal kita bershahadat. Berhentilah menjadi Firaun di zaman modern ini, berhentilah menyembah berhala bernama cinta dunia…

Sekarang waktunya bertaubat, waktunya kembali kepada ALLAH, cintailah ALLAH melebihi apapun, isilah setiap hembusan napas dengan lafal “Subhanallah” dan rasakan bagaimana ALLAH hadir disetiap nadi yang berdetak, biarkan kekasih pergi jika mencintainya membuat kita melupakan ALLAH, bayarlah zakat, tanamkan dalam hati bahwa setiap kali kita gajian maka anak anak yatim dan fakir harus ikut gajian, 2,5% itu milik mereka jangan dipakai untuk bayar kartu kredit dulu baru kalo ada sisanya zakat, bayar zakat dulu dong nanti kalo secara kalkulator kurang maka ALLAH yang akan bantu mencukupi, masa mau jadi pemangkas harta fakir miskin, jangan jadi Firaun di era digital, takut sama ALLAH.

Dan ALLAH TIDAK PERNAH INGKAR JANJI bukan? buktikan bahwa janji ALLAH itu benar ketika kita mengejar akhirat maka dunia akan mengikuti, jadi jangan dibalik dengan kejar dunia dulu kalo udah puas baru tobat mengikuti akhirat, kalau lagi asik mengejar dunia terus napas kita berhenti, gimana?

Ambil Al Quran diatas itu sebagai peta menempuh jalan kembali, ayo jangan ditunda lagi dan lagi, mau sampai kapan menyembah berhala. Ana sih gak mau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s