Ku Tinggalkan dia Demi Dia.

Posted: March 15, 2014 in Puisi

Kali ini ana ingin menulis sesuatu yang beda, terinspirasi oleh perasaan yang pernah terjadi pada diri ana sendiri yang terpaksa untuk melepaskan, langka, karena akhirat menjadi tujuan dimana teman teman seusia ana sedang sibuk ta’arufan, cari calon istri, dan yang ana lakukan adalah mengesampingkan cinta seorang wanita karena ALLAH. Moga ana tidak tersalah dulunya dan menjadi renungan kita bersama.

“I have to leave her for the sake of ALLAH”, begitu kata ana, bukan karena tidak mencintai sang wanita, atau menolak kehadiran cinta yang begitu indah dihati tapi semata mata karena takut cinta ana kepada ALLAH terganggu hingga memberi ruang kepada cinta selain ALLAH.

Kemudian ana teringat ucapan sahabat ana dulu “gue mau mencintai perempuan yang solehah yang bisa mendekatkan gue kepada ALLAH“

Jujur ana tidak setuju dengan pernyataan ini, karena buat ana mendekat kepada ALLAH itu hukumnya utama, persoalan apakah kemudian ana akan diberi pasangan yang solehah atau tidak itu mutlak hak ALLAH, karena kalau ana sudah memperoleh cinta ALLAH maka pastilah ALLAH akan menitipkan wanita yang lain kepada ana, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan sebaliknya, itu janji ALLAH dan ALLAH tidak pernah ingkar janji.

Jadi jangan dibalik seperti sahabat ana, cari perempuan dulu untuk mendekati ALLAH makanya gak dapat dapat dan mau sampai kapan begitu? Perempuan gak dapat, ALLAH pun semakin jauh, yang benar adalah cari ALLAH dulu, dan jikapun cinta perempuan itu hadir, tanyakan lagi dan pulangkan kepada ALLAH untuk mengukur apakah cinta ALLAH yang didahulukan atau sebaliknya, jangan takut kehilangan.

“Ku tinggalkan mu demi DIA”.

Duhai Wanita…nama mu kah yang tertulis di lauh mahfuz sana sebagai jodoh ku? Belum tentu. Engkaukah yang akan menemaniku di titian jalan menuju syurga? Dirimukah yang akan melengkapkan separuh dari agama ku? Jawaban dari pertanyaan ini ada pada ALLAH, bukan dihatiku dan hatimu. Dan jika dirimu tercipta bukan untukku, haruskah aku marah kepada ALLAH, tentu tidak jika luka kita kembalikan kepada pemilik cinta, dariNYA cinta berasal dan kembali padaNYA .

Apakah kecantikan yang ALLAH berikan menghias wajahmu ini diciptakan ALLAH untukku? Tolong jawab!! Dan bisa dipastikan kamu takkan pernah dapat memberi jawaban. Apakah kamu tercipta untukku, karena jawabannya bukan di tanganmu, tetapi di tangan ALLAH.

Tahukah kamu, hatiku kadang gelisah memikirkan kamu, takut kehilangan kamu, terbayang betapa beratnya ketika dirimu tiada, menjalani hari hari tanpa sms darimu, melewati waktu tanpa mendengar suaramu, tak ada lagi dongeng yang kerap hadir di perbincangan kita di malam nan syahdu, tak ada lagi yang akan menanyakan apakah aku sehat hari ini, sudah makankah aku, sudah shalat tepat pada waktunya bahkan menjadi alarm ku mengingatkan untuk tahajud…

Namun ketakutan ini mengalahkan ketakutanku kepada ALLAH, aku takut DIA murka karena aku menikmati yang bukan hak aku, takut murka ALLAH karena jantungku yang berdegup kencang telah ku isi dengan bayanganmu yang bagai hantu mengikutiku kemanapun aku pergi ada kamu dihatiku, padahal detak jantung ini titipan ALLAH yang harus aku pertanggungjawabkan.

Jadi maafkan daku jika ketakutanku pada ALLAH melebihi kegelisahanku memikirkanmu yah, biarkan ku sendiri dulu, izinkan aku bersama DIA.

“Now, I have to leave you for the sake of ALLAH”

Sesungguhnya ALLAH takkan pernah menyia-yiakan pengorbanan kita bila kita tinggalkan semua ini karena ALLAH, yakinlah akan hadir sesuatu yang indah di hari akhir nanti, bukankah kamu yang bilang ketika kita mengejar akhirat maka dunia akan mengikuti.

“Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). Dan kelak TUHANmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi [ikhlas] puas” (QS. Ad-Dhuhaa : 4-5)

Kini ku tinggalkan dirimu karena ALLAH, ku kembalikan kamu kepada pemilikmu, ku titipkan wanita terbaik yang pernah hadir dalam hidup ku ini kembali kepada pemilik sesungguhnya, ALLAH.

Sesungguhnya kita harus bertawakal kepada ALLAH bukan?

Duhai Ukhty, jangan menangis, usah bersedih atas perpisahan sementara ini jika benar dirimu tercipta untukku, maka tiada ada yang dapat menghalanginya bukan? Namun sebelum saat itu tiba, berdoalah pada ALLAH semoga kita berdua diberi kekuatan untuk berpisah.

Mohonlah padaNYA dengan penuh pengharapan, tak ada yang perlu kita tangisi, kita hanya berpisah sementara sampai ALLAH menjadikan semua halal untuk kita.

Dan ketika kamu merasa lemah, mohonlah kekuatan dari-NYA, kamu intan terpilih, mutiara pilihan ALLAH, jagalah kilaumu, jangan biarkan cinta merusaknya, aku berdoa untuk kamu, selalu. Mari kita berlari mencari cinta ALLAH, berlomba lomba berbuat kebaikan agar dimata ALLAH kita pas untuk dipasangkan. Jika saatnya tiba semua halal untuk kita, ini adalah hasil dari upaya kita mengejar cinta ALLAH.

Iya hingga lebel “halal” itu menjadi milik kita. Bukankah makan diwaktu magrib lebih indah setelah berpuasa, daripada makan diwaktu magrib setelah seharian makan yang enak enak, iya kita jadikan perpisahan ini sebagai “puasa” dan berbuka kemudian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s