Satu Terbilang, Dua Terdengar

Posted: March 15, 2014 in Puisi

ALLAH maha mendengar (As-Sami), sekarang ana mengerti mengapa ALLAH menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu mulut pasti maksudnya adalah agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara … iya kan?

Yang terlintas dalam benak ana kemudian adalah jika ALLAH maha mendengar bahkan mendengar suara jiwa yang tak terucap atau terucap meski tanpa suara, maka semestinya kita sangat takut mengucapkan kata kata yang tidak benar, takut berbicara yang menyakiti hati orang lain, takut menfitnah, takut kata kata kita akan menggoreskan luka dan takut sekali barisan meteor yang keluar dari mulut kita tidak bermakna karena kita seharusnya tahu bahwa kata kata kita bahkan gumaman kita didengar oleh ALLAH bahkan dicatat dan akan diperdengarkan kepada kita pada mahkamah ALLAH nanti… ketika hisab untuk kita datang.

ALLAH pasti mendengar apapun yang disuarakan oleh makhluk-makhluk-Nya, dalam bisikan yang paling halus sekalipun, dan dalam hiruk pikuk kegaduhan. ALLAH pun Maha Mendengar orang yang hatinya berzikir (pasti…), walau di tempat tersembunyi atau di pangkalan pesawat terbang yang sangat bising, yang manusia tak mampu mendengar tapi ALLAH dipastikan mendengar.

Jika ALLAH maha mendengar bahkan yang tak terucap seharusnya kita mampu untuk berhati-hati dalam menjaga lisan. Jangan bicara kecuali benar dan bermanfaat, karena setiap patah kata akan didengar oleh ALLAH dan harus kita pertanggungjawabkan di akhirat kelak, tak akan luput bahkan yang hanya terbit diujung hati kita ALLAH telah mendengar, dan niat niat kita tentunya …

Jadi rasanya tidak salah jika kita berpikir dan menimbang sebelum bicara. Bertanyalah selalu, pantaskah kita bicara seperti ini? Benarkah perkataan ini kalau kita ucapkan? Karena ada perkataan yang benar tapi tidak tepat situasi dan kondisinya… mungkin kata kata kita benar tapi tak tepat waktu untuk diucapkan maka hancurlah semua yang nampak benar tadi, “terus apa kita harus berpikir dulu sebelum ngomong, lama deh”

Bukan, bukan begitu maksudnya tapi kita harus melatih lisan kita untuk berkata yang baik baik saja, maka yang keluar pun akan yang baik baik saja, bukankah bisa ala biasa.

Mulai sekarang kita ingin ALLAH mendengar semua yang baik baik dari kita, tak ada keluh kesah, tak ada sumpah serapah, tak ada dusta, tak ada teriakan, tak ada umpatan, tak ada bisik bisik membicarakan sahabat yang lain, ghibah, fitnah, buka aib, menghina, mengejek dan tak ada lagi ucapan ucapan yang melukai pendengar. Jadi pemirsa, maafkanlah ana jika kata kata ana selama ini telah menusuk jantung anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s