Surat Dari Suami Untuk Istri

Posted: March 15, 2014 in Muslimah

Wahai istri, masih ingat sebuah kewajiban yang harus ia tunaikan sebagai seorang suami, sebagai seorang nahkoda dalam kapal, sebagai seorang pemimpin dalam rumah tangga, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah ayat dan hadist yang tak hanya sekali kita mendengarnya. Allah Ta’ala berfirman:

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita”(An Nisa :34)

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Seorang suami pemimpin dirumahnya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, dan seorang istri pemimpin di rumah suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wahai istri, ia akan berusaha menjadi suami yang baik, yang menyayangimu yang berusaha untuk berta’awun (saling tolong menolong) dalam kebaikan. Semoga ia bisa merealisasikan sebuah ayat, dimana Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikkan dan takwa dan jangan tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah:2)

atau ia bisa manjadi seperti seorang hamba yang Allah rahmati, karena membangungkan istrinya untuk shalat malam sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadist,

“Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam lalu sholat kemudian membangunkan istrinya untuk shalat, apabila enggan bangun ia memercikinya dengan air diwajahnya” (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i)

Wahai istri, ia akan selalu berusaha membuat dirimu senang, sebagaimana ia senang jika diperlakukan seperti itu. Diantaranya ia akan berusaha selalu tampil rapih, wangi dihadapan dirimu sebagaimana ia senang jika ia diperlakukan seperti itu. Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman:

“dan bergaullah dengan mereka secara patut.” (an-Nisa:19)

Berkata Ibnu Abbas rahimahullah: “Aku senang berhias untuk istriku sebagaimana aku senang dia berhias untukku.” (lihat al-Jaami’ lil Ahkamil Qur’an)

Wahai istri, jika engkau melihat dari dirinya rasa cemburu itu bukti rasa cintanya padamu. Yang dengan itu, ia berusaha menjaga dan mencintaimu, semoga dengan sebab kecemburuannya yang syar’i menjadi sebab terjaganya dirimu, ia ingin seperti Sa’ad bin Ubadah bahkan ia ingin seperti Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Berkata Sa’ad bin Ubadah : “Seandainya aku melihat seorang bersama istriku, niscaya aku akan menebasnya dengan pedang yang tajam”, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Apakah kalian merasa heran dengan kecemburuan Sa’ad? Sungguh aku lebih cemburu dari padanya, dan Allah lebih cemburu dari padaku” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wahai istri, engkau dalam pandangannya seorang yang sangat berharga bagi dirinya, sosok yang luar biasa, ketaatanmu yang membuat dirinya tambah mencintai dirimu. Engkau diantara anugrah yang terbesar yang Allah berikan kepada dirinya, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 3716)

Wahai istri, kebaikanmu begitu besar kepada dirinya, kasih sayang dan kelembutanmu, ketaatan dan kesetiaanmu, pelayanan dan pengorbananmu begitu terasa oleh dirinya, wahai istri, semoga Allah membalas kebaikanmu dengan masukkanmu kedalam surga Nya. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila seorang istri mengerjakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban)

Wahai istri, ingatkanlah jika suamimu keliru, jika ada hakmu yang terlalaikan, wahai istri…jangan engkau ragu untuk menasehati jika suamimu salah, wahai istri ia ingin rumah tangga ini dibangun diatas saling menasehati didalam ketaatan kepada Allah, karena atas dasar inilah agama dibangun. Sebagaimana Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda

“Agama itu adalah nasehat” (HR Muslim)

Wahai istri, ia ingin hubungan kalian dibangun atas saling percaya dan saling berkhusnudzan (berberbaik sangka) satu dengan yang lainnya, karena dengan sebab inilah akan menutup celah hal-hal yang akan menimbulkan hubungan kalian tidak harmonis. Sebelum itu agama juga melarang kita untuk berburuk sangka. Allah Ta’aala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa.” (al-Hujurat:12)

Wahai istri, sebagai seorang suami ia ingin mengajarkan perkara agama kepada dirimu, tentang permasalahan tauhid, sholat, puasa dan permasalahan agama yang lainnya, atau bersama-sama pergi kemajelis ilmu yang membahas perkara agama dengan pemahaman yang benar, karena hal ini adalah diantara kewajibannya sebagai seorang suami, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (at-Tahrim:6)

Wahai istri, ia akan melangkahkan kaki, mengerahkan tenaga mencari rezeki yang halal yang Allah tetapkan untuk dirinya, sebagai tanggung jawab seorang suami untuk menafkahi anak dan istrinya, sebagaimana Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman:

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (ath-Thalaq:7)

Wahai istri, ia akan selalu berusaha bergaul dengan pergaulan yang baik dengan dirimu, dengan kelembutan dan kasih sayang, dengan tutur kata yang sopan dan etika yang baik, dengan mendengar dan menghargai pendapatmu, dengan membantu dan meringankan pekerjaanmu, dengan bersikap yang baik dan menjaga perasaanmu, wahai istri maafkan suamimu jika masih jauh dari hal itu, ia ingin berusaha berbuat yang terbaik untuk dirmu.

Allah Subhaanahu wa ta’ala berfirman: “dan bergaullah dengan mereka secara patut.” (an-Nisa’:19)

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah: “Perbaguslah ucapan kalian kepada mereka, perbaguslah perbuatan kalian dan penampilan kalian sesuai kemapuan kalian, sebagaimana kalian menyukai itu dari mereka. Maka lakukanlah untuk mereka yang serupa. Sebagaimana Allah berfirman:

“dan Para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (al-Baqarah: 228) (Tafsir Ibnu Katsir)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dengan istrinya, dan aku orang yang paling baik dengan istriku.”(HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Wahai istri, ia ingin engkau akrab dengan kedua orang tuanya. Ia ingin mereka menyayangimu seperti anaknya sendiri, wahai istri mulailah dengan berlaku lemah lembut kepadanya, membantu pekerjaannya, niscaya engkau akan disayang seperti anaknya sendiri.

Semoga Allah menjaga dan melanggengkan rumah tangga kalian diatas ketaatan kepada Allah hingga akhir hayat, dan memasukan kita semua kedalam surganya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s