Katanya Cinta

Posted: March 18, 2014 in Uncategorized

Kemarin saat ana dan beberapa sahabat menghabiskan senja di kursi panjang dimasjid. Kata ana “tahu gak, cinta itu butuh pembuktian agar terlihat kesungguhan kita, dan terbalas cinta kita” jika cinta kepada manusia saja butuh pembuktian baru bisa dianggap cinta apalagi cinta kepada ALLAH. Iya bahwa kita sering sekali mengatakan bahwa kita mencintai ALLAH, jangan jangan kita memang hanya pandai berucap gak mampu membuktikan.

Ketika ini masih sering terulang dimana shalat dhuha kita cuma dua rakaat itupun dengan terburu buru karena ada kerjaan, ketika qiyamullail hanya dua rakaat inipun dengan kepala hampir jatuh tertidur karena ngantuk. Shalat lima waktu? selalu diujung waktu, nyaris abis tuh waktu, dhuhur mepet ashar, ashar mepet magrib, magrib mepet isya dan isya jelang subuh, subuh ketiduran. Udah gitu milih ayatnya yang pendek- pendek saja agar cepet selesai. Gak pake doa karena ALLAH tahu apa yang kita inginkan [parah], lipat sajadah dan kabur ngejar dunia.

Dengan kelakuan seperti diatas, kira kira pantas gak kita bilang cinta kepada ALLAH, berlama lama aja gak mau, lebih milih dunia, artinya kita cinta dunia belum cinta ALLAH. Malu gak sih ngomong cinta tapi gini kelakuan kita? duh mohon ampun kepada Allah, ternyata kita sebagai belum mampu membuktikan kesungguhan cinta. Baru sebatas keluar dari bibir kita, Smoga diberi kita waktu untuk membuktikan agar tak menyesal dihari akhir nanti.

Ketika ini masih sering terjadi kita membaca AlQur’an kalau sempet padahal kita tahu bahwa petunjuk hidup kita ada disana, bahwa AlQuran adalah surat cinta kekasih kita, okelah sesekali kita baca tapi itu pun kalau sempet, tanpa memahami arti dan maknanya asal baca, asal kedengeran merdu ditelinga kita dan ternyata ayat-ayat yang mengalir tak jua membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah “ketika dibacakan ayat-ayat ALLAH maka tergetarlah hatinya“

Yang begini ngaku beriman? ya ALLAH takut banget rasanya hati ana membaca tulisan ana sendiri diatas, terbayang bahwa ana selama ini lalai, bahwa ana masih jauh dari mampu membuktikan bahwa ana mencintaiMU seperti teriakan lantang bibir ana, takut jika waktu ana semakin sempit untuk memperbaiki keimanan ana…

Jika tak segera kita perbaiki keimanan kita dengan memperbanyak ibadah kita, apakah pantas kita bertemu dengan ALLAH dan RasulNYA kelak? Sedang wajah Indah ALLAH dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga ALLAH kelak. Dan tanda tanda orang beriman jelas bahwa ketika disebut nama ALLAH maka tergetarlah hatinya, harusnya kita upayakan ini, caranya?

Sekedar bertanya tak akan mengubah keadaan bukan? Kini waktunya memperbaiki semuanya, shalat pada waktunya plus rawatib sebelum dan sesudahnya tak akan melewati 20 menit dari 60 menit waktu istirahat koq, zakat atas uang dan rejeki lain yang kita terima, sedekah setiap hari meski hanya 1000 rupiah namun rutin, membaca alquran dan maknanya, shalat malam jangan ditinggal karena bertemu ALLAH adalah saat terindah, untuk ampunan dan cinta dan berteman dengan orang orang yang soleh/solehah dan dzikir malam perpanjanglah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s