Kematian

Posted: May 28, 2014 in Puisi

Wahai jiwa yang sedang terbuai dengan angan, akan kehidupan dunia yang penuh kemewahan, meretas cita, merangkai angan dalam impian,Kedudukan terhormat yang didambakan,Harta dan keturunan yang jadi pengharapan, serasa dunia ingin ada dalam genggaman. Wahai saudaraku yang sedang terlena dengan buaian angan, bagimu ku ajukan sebuah pertanyaan:

Sudahkah kau mengingat kematian? Suatu kata  yang teramat mengerikan,terutama bagi orang yang tak beriman, beramal sholihpun sering kali dilupakan, namun kematian pasti kan datang tanpa ada penawaran. Pada siapapun yang sudah mendapat keputusan, kematian tak dapat disegerakan atau ditangguhkan, maut kan menjemput tanpa kenal perhitungan, pada embah-embah yang sudah tak punya gigi untuk makan, atau pada seorang pemuda usia belasan, bahkan bayi mungil yang masih dalam buaian, maut kan menjemput setiap insan.

Saat malaikat maut tunaikan tugas dari Ar Rohman,mencabut nyawa seorang hamba yang sudah dapat giliran, sukma melayang, ragapun ditinggalkan, sanak keluarga yang jadi kesayangan,hanya menyertai dengan air mata dan tangisan. Tak banyak yang bisa mereka lakukan, kecuali mohonkan do’a pengampunan.

Ingatlah ketika tubuhmu menjadi kedinginan, terbujur kaku tak dapat lagi digerakan, lalu diusung ke pemandian untuk disucikan. Setelah itu disholatkan kemudian diantarkan, ke tempat persinggahan akhirat yang pertama  yang penuh kegelapan.Hanya berselimutkan kafan, beratapkan papan. Di liang lahad jasadmu dibaringkan.

Duhai di manakah harta, pangkat dan jabatan?Di manakah rumah mewah yang dulu diusahakan?Kemanakah sanak keluarga yang dulu diprioritaskan?Hanyalah kini cacing-cacing tanah yang menjadi teman, dan ulat-ulat yang siap menyantap seluruh badan,Duhai kiranya ke alam dunia jasad dikembalikan, tuk perbaiki amalan, persiapkan kematian.

Ketika pengantar telah pergi  dari pemakaman, malaikat datang tuk minta pertanggungjawaban, atas seluruh amal yang pernah engkau kerjakan. Akan diajukan kepadamu beberapa pertanyaan,

Siapakah Robbmu yang telah menciptakan?Siapa pula Nabi mu yang menjadi utusan Ar Rohman?

Jika kau diwafatkan dengan membawa iman, serta amalan sholih yang senantiasa engkau lakukan, niscaya engkau akan menjawabnya dengan penuh ketenangan, dan diselamatkan dari adzab kubur yang mengerikan.

Pakaian dari jannahpun akan dikenakan. Pintu menuju surga akan dibukakan. Bau harum surga akan dihantarkan,Seluas mata memandang kubur akan dibentangkan. Surga ‘Adnpun menjadi balasan,  yang terletak di A’la Illiyin bagi orang-orang  yang beriman.Sungai-sungai mengalir penuh dengan kesenangan, itulah balasan Allah bagi orang-orang yang beriman.

Adapun orang-orang kafir yang dimatikan, akan mendapat adzab kubur yang mengerikan.  Jahannam bagi mereka sudah disediakan. Mereka tak mati dibinasakan dan tidak pula adzab bagi mereka diringankan. Demikianlah orang-orang kafir dapat balasan.

Wahai teman, saudari, mantan dan handai tolan, senantiasalah tangan kita tengadahkan, memohon ampun atas dosa yang pernah dilakuakan,semoga dari adzab kubur kita diselamatkan, dan dari adzab neraka kita dihindarkan. Masuk surga itulah yang jadi pengharapan, berjumpa dengan wajah-Nya sebagai puncak kenikmatan.  Untuk itu persiapkanlah dengan penuh kesungguhan, beramal sholih jangan lupa kita galakan. Iman dan taqwa senantiasa kita tingkatkan. Susurilah olehmu jalan-jalan kebaikan dan kebenaran. Jangan kau ikuti hawa nafsu dan bisikan setan(syaithan). Tinggalkan maksiat perlu juga dapat perhatian, agar terhindar dari adzab yang mengerikan.

Wahai akhwat dan juga ikhwan, tolong perhatikan apa yang hendak aku peringatkan, tidak boleh seorangpun dari kita mempersaksikan, bahwa seseorang itu masuk surga atau neraka dengan penuh kepastian, kecuali yang telah Allah dan Rasul-Nya persaksikan bahwa dia akan mendapat kenikmatan, ke dalam surga mereka akan dimasukkan, seperti 10 orang sahabat pemetik surga yang dijanjikan. Kisahnya tertoreh dalam lembaran sejarah yang mengagumkan, atau orang yang telah Allah dan Rasul-Nya persaksikan, bahwa ke dalam neraka ia akan dikembalikan, sebagai balasan atas kekufuran yang ia lakukan, seperti Abu Lahab dan istrinya dapat balasan.Di dalam Al Qur’an kisahnya telah Allah sebutkan.

Demikianlah sya’ir yang sudah aku lantunkan, moga bermanfaat bagiku dan juga kalian. Sekedar berbagi faidah tuk mengingat kematian, agar tak sibuk dengan kehidupan dunia yang melalaikan. Kehidupan akhirat tetap harus kita prioritaskan,Karena itulah negeri kekal lagi penuh keabadian.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s